Kebijakan Privasi Data Pemilih

Satu Suara mengolah data pemilih milik penyelenggara pemilihan. Halaman ini menjelaskan data apa yang kami terima, bagaimana data itu dipakai dan dijaga, serta kapan data diserahkan kembali. Berlaku sejak 3 November 2026.

Data yang kami terima

Data kami terima dari panitia atau penyelenggara pemilihan, bukan dari pemilih secara langsung. Isinya adalah data kandidat (nama, nomor urut, dan profil yang ditampilkan) serta daftar pemilih yang umumnya berisi nama dan nomor induk, misalnya NIM bagi mahasiswa atau NIS bagi siswa. Token akses untuk setiap pemilih dibuat oleh sistem dan dibagikan melalui panitia.

Bagaimana data dipakai

Data pemilih hanya dipakai untuk menyiapkan dan menjalankan pemilihan yang bersangkutan: menyusun daftar pemilih, membuat token, membuka masa pemungutan, dan menyusun laporan hasil resmi. Data tidak dipakai untuk pemasaran, tidak dijual, dan tidak dibagikan kepada pihak lain di luar kebutuhan menjalankan pemilihan tersebut.

Kerahasiaan suara

Pilihan setiap pemilih tidak ditampilkan kepada siapa pun, termasuk panitia dan tim Satu Suara. Yang dapat dilihat panitia adalah apakah seorang pemilih sudah menggunakan hak suaranya, bukan apa pilihannya. Halaman cek status suara pun hanya menunjukkan apakah suara sudah tercatat.

Penyimpanan dan penyerahan kembali

Selama pemilihan berjalan, data disimpan di sistem dengan akses terbatas pada tim yang menyiapkan pemilihan itu. Setelah pemungutan ditutup dan laporan hasil resmi diserahkan, seluruh data pemilih diserahkan kembali sepenuhnya kepada penyelenggara sebagai pemilik data.

Pertanyaan dan permintaan terkait data

Penyelenggara dapat meminta koreksi atau penghapusan data pemilihnya dengan menghubungi kami. Pemilih yang ingin menanyakan datanya dapat melalui panitia penyelenggara pemilihannya, atau langsung lewat WhatsApp 085156026421.

Perubahan kebijakan

Bila kebijakan ini berubah, versi terbarunya akan ditayangkan di halaman ini beserta tanggal berlakunya.